Senin, 01 Desember 2014

KALUNG CANTIK DARI KAIN PERCA

Mommies, Ladies..
Tadi di salonku ada peserta yang mau kursus ... tapi bukan kursus salon atau kecantikan, melainkan minat kursus kerajinan tangan. Kan aku juga berdayakan lantai 2 salon untuk nambahin income, jadi ada ruang khusus buat kursus-kursus gitu deh. Kebetulan guru nya ya aku sendiri !! Si ibu itu usianya mungkin sekitar 40 tahunan lah, kepingin kursus jahit aneka perhiasan dari kain perca. Alhasil dia pilih kursus buat kalung dari kain perca. Mau mulai minggu depan kalau gak ada perubahan.. Monggooooo....

Kira-kira nanti hasil kalungnya begini-begini nih, mommies, ladies... Cantik yaaaah





Jumat, 28 November 2014

CINTRONG BERSEMI DI BALI... AHIK ! AHIK !!



Mommies, Ladies,
Selamat hari Jumat !!! Wah, dah weekend lagi. Sekarang sudah di penghujung bulan November, tidak berasa akhir tahun hanya tinggal sekitar sebulan lagi. Mau kemana yah akhir tahun ini ? Nungggu ajakan temen-temen aja deh.
Semalem nonton film romantis di DVD. Alur ceritanya sederhana, tapi karena pemainnya sooooo cute dan aktingnya keren abis, menjiwai banget makanya pelem itu jadi coooo cwit ! Ohya, ada satu hal lagi yang bikin pelem itu tambah oke, soalnya setting nya di BALI !!!! As usual and Always, Bali itu ibaratnya seperti kota Paris nan romantis. Hampir seluruh daerah di Bali memberikan kesan romantis a la Indonesia. Bali bagian Selatan yang lebih padat aktivitas pariwisatanya karena terdapat Pantai Kuta, Legian, Nusa Dua, Jimbaran, Pecatu dengan Dreamlandnya, dan lain sebagainya. Atau Bali bagian pegunungan yang berudara sejuk dengan pemandangan asli Bali, di sana ada Kintamani, Danau Batur, dan lain lain. Begitu juga Ubud yang asri dengan kehijauan padi-padiannya. Dan tentunya Bali Utara yang terkenal sebagai "Bali Lama" yaitu Buleleng, karena dulu merupakan pusat dari Kerajaan Buleleng yang tersohor, serta atraksi lumba-lumba di Pantai Lovinanya. Bahkan Film Julia Robert yang terkenal judulnya "EAT, PRAY, LOVE" aja back ground nya soooooo romantic di Bali. Di sanalah akhirnya dia menemukan cinta sejatinya, setelah dia melakukan perjalanan ke beberapa negara.



Mommies, Ladies, nampaknya hampir semua orang yang pernah pergi ke Bali bilang punya kenangan indah. Padahal terakhir ke Bali itu aku sempet ngalamin accident lho, mommies, ladies.... Keseleo saat malam hari sebelum kepulangan ke Jakarta. Haduh, "horror" banget deh pokoknya. Untung tidak ada yang patah. Tapi, teteuuuuup kangen untuk kembali ke sana, dan ke sana, dan ke sana lagiiiii.... Bagiku, Bali selalu mempunyai pesona dan daya tarik tersendiri. Dan selalu membuatku kangen untuk kembali ke sana dan naik bus.... Soalnya Cintrong Bersemi di Bali sih, uhuyyy !!

Kamis, 27 November 2014

DINGIN-DINGIN CUCOKNYA MAKAN BUBUR KACANG IJOOOOO

Bubur Sumsum
Bubur ketan item
Bubur sagu mutiara


Mommies, Ladies,

Sore-sore diguyur hujan, cuaca dan udara sejuk banget lho... Sedep kali !!! Apalagi kalau sambil bermalas-malasan di depan TV da nyeruput teh hangat plus.......bubur kacang ijo! Wuiddddih...
karena malas membuatnya, alhasil cukup nyari si abang penjuang kacang ijo gerobakan aja deh. Kangen buatan mamaku, kalau dulu almarhum papa masih ada di masa kita-kita masih kecil, mama gak pernah lupa ngebuat cemilan sore menyambut papa pulang kantor. Kadang pisang goreng, kadang ubi goreng, atau singkong goreng, yang paling berkesan sampai sekarang ya bubur kacang hijau atau bubur ketan hitam. Aroma buburnya, apalagi kuah santannya beda deh, wangi pandannya tercium banget ! Apa karena saat kecil semua terasa nikmat, indah dan tanpa beban ^_^ hahahaha.... 
Di Indonesia ada beberapa jenis bubur yang biasa disajikan sebagai cemilan, namun teteup yang paling terkenal ya si bubur kacang ijo dan bubur ketan item itu sih... Ini dia beberapa foto bubur-bubur yang mengelus lidah.... Jangan ngiler ya...! Maap cuman foto ! hahahaha...

Bubur Biji Salak dari ubi
Bubur Jagung Manis

Rabu, 26 November 2014

ANGGUR KHAS BULELENG, POTENSI YANG BELUM MENDUNIA




 
Mommies, Ladies...

Semoga hari ini menyenangkan ya. Pagi ini seperti biasa sudah musti bangun cepat dan nyiapin sarapan Fiona untuk ke sekolah. Sarapannya pagi tadi, roti panggang untuk bekal, dan nasi telur dadar untuk dimakan di rumah. Plus susu cair tentunya. Tanggungjawab sebagai single parent memang menuntutku untuk kerja lebih ekstra. Asal semuanya dilakoni dengan hati senang dan ikhlas pasti hasilnya akan membahagiakan.

Teringat beberapa bulan lalu, ada teman yang juga single parent dengan 3 anak !!! Malah nampaknya dia jauh lebih musti kerja ekstra super giat demi ngidupin anak-anaknya. Saking mencari penghasilan, dia pernah lho jualan wine segala. Dan nawarin pulak ke aku! Hadeeeeeh... Gak lah yaowwww...

Ngomong-ngomong soal wine, ternyata Indonesia pun sudah beberapa tahun menjadi produsen wine atau minuman anggur lho. Bukan karena aku wine drinker, tapi hanya sekedar mencari tau segala informasi yang mungkin selama ini belum banyak yang tau.  Weekend lalu sempat liat di salah satu program TV, ternyata di Bali Utara, tepatnya daerah Buleleng, banyak terdapat perkebunan anggur. Salah satu ciri khas dari anggur Buleleng adalah bentuknya yang benar-benar bulat dan berwarna ungu kebiruan gelap atau bahkan cenderung hitam. Rasanya muanis dan daging buahnya renyah. Kalau diproses menjadi wine, warna yang dihasilkan lebih merah dan lebih menarik. Kalau untuk pecinta wine, rasa dari wine Buleleng juga gak kalah dari wine impor. Selain diolah menjadi wine, anggur Buleleng juga dijual sebagai buah segar yang harganya tentunya relatif tinggi. Emang bener kan, namanya buah anggur pasti harganya mahal.... Sebenarnya, jika dikembangkan secara serius, bisa jadi anggur buleleng menjadi komoditas lho.... Siapa tau dikemudian harinya anggur Buleleng justru dijual di seluruh pasar swalayan di luar negeri. Dan pencinta wine makin demen minum wine Bali ketimbang chardonnay, Pinot Noir, Pinot Grigio, Merlot, dan sebagainya....




Selasa, 25 November 2014

SI HIJAU-HIJAU MANIS MEMBELAI LIDAH

Mommies, Ladies, Halow halowww...

Selamat siang menjelang sore ya. Baru aja Jakarta diguyur hujan nih. Sejuk sekali udaranya sekarang. kalau hujan gak nanggung enak begini, tapi kalau jatuh hujannya nanggung-nanggung wah nyebelin. 

Mommies, Ladies, aku tadi dapet kiriman dari tamu langganan salonku. Wah, senangnya. Mau tau apaan ? Kue Bingka ! Asli dari Banjar. Pas dimakan, hhhhmmmmmm,,,,, maknyus banget deh ! Lembut membelai lidah, mommies, ladies... Trus, saking penasarannya aku browsing deh. Di Indonesia ada beberapa kue tradisional yang tampilannya hampir sama, dan bahan dasarnya juga mirip-mirip. Sebagian besar juga berwarna sama, yaitu hejoooo. Kalau dulu aslinya dibuat dengan pewarna alami seperti pandan dan daun suji, tapi yang sekarang kebanyakan sudah menggunakan pewarna makanan. Asal bukan pewarna tekstil ya mommies, ladies hiiii syerem !
Biar pada ngiler, nih aku bagi......... fotonya ! hahahaha....

Kue bingka Banjar
Kue Sarikaya
Kue lumpur pandan

Kue Balapis Manado
Kue Lumpang

Senin, 24 November 2014

DAYA TARIK WISATA BANTEN, BANYAK YANG BELUM DIEXPOSE

Mommies, Ladies darleeeenk...

Apa kabar ? Ngapain aja nih selama weekend kemarin ? Semoga akhir pekannya kemarin menyenangkan ya, mommies, ladiesss...
Aku habis diajak temen-temen jalan-jalan ke Banten. Waaaah ? Nyari "ilmu" ?? Mungkin itu adalah jokes aja sih. Soalnya, ternyata banyak orang belum tau banyak tentang Banten.
Weekend kemarin, dadakan aku dan Fiona "diculik" ke Banten, yaitu seputaran Banten Lama, Pandeglang dan Serang.  Tujuan awalnya cuman mau makan durian jatuhan di daerah Pandeglang. Di dataran Pandeglang yang berbukit, ada beberapa tempat untuk makan durian jatuhan, tapi yang terkenal di DJHA alias Durian Jatuhan Haji Arif. Durian Pandeglang menurutku sih gak terlalu beraroma seperti halnya duren Medan atau Monthong, tapi untuk sekedar menghilangkan kangen makan buah duren bolehlah...

Sebelum ke DJHA, kita mampir dulu ke Banten Lama. Ada apa di Banten Lama ? Dilihat dari nama nya aja yang pake embel-embel "lama" berarti "kuno" ya. Bener, mommies, ladies. di Banten Lama emang bener ada beberapa peninggalan sejarah yang berkenaan dengan Kerajaan Banten, antara lain sisa-sisa (berupa bebatuan) Istana Keraton Kaibon, Istana Keraton Surosowan, lalu ada juga Masjid Agung Banten, Benteng Speelwijk, Sayangnya, berbeda dengan bangunan keraton di Yogyakarta maupun Solo yang masih berbentuk, istana keraton kaibon maupun surosowan sudah lebih berupa sisa-sisa bebatuannya. Ada juga Viraha Avalokitesvara, yang menunjukkan betapa jaman dulu sudah ada kerukunan hidup beragama.

Dari Banten Lama, kita lalu bergeser ke Serang, perut sudah berasa lapar... Jadi, mampir deh ke Restoran Ibu Entin yang terkenal dengan otak-otak ikannya. Di Bu Entin, ada banyak menu berupa bakar-bakaran. Seperti cumi, ikan, udang. Kalau dilihat harganya sangat-sangat affordable. Satu tusuk sate udang bakar isi 6-7 ekor atau 1 tusuk sate cumi bakar isi 5 dibanderol hanya Rp.12,500.-
Sementara ikan bakar berkisar 30,000 an. What a life !!!

Aneka bakar-bakaran di RM. Ibu Entin Serang




      





                              

Jumat, 21 November 2014

PEMPEK, SI GURIH YANG IRRESISTABLE !!!

Mommies. Ladies...

Duh lapaaaar....Kepingin makan pempek deh.
Akhirnya, meluncurlah ke daerah Radio Dalam Jakarta Selatan. Ada pempek enak disana. Dulu sih gak terlalu mahal-mahal amat harganya, apalagi pas baru buka dan berbentuk toko imut-imut "gang senggol" di deket gereja Mahakam, wah, puas abis makan pempek disitu. Begitu sekarang sudah makin banyak outletnya, dan namanya udah makin pamor, harganya melesat naik.... 
Demi memuaskan lidah dan perut, daripada ngiler, dibela-belain deh ke Pempek 161. 
Pempek adalah makanan khas dari Sumatera Selatan, atau biasanya disebut makanan khas Palembang. Terbuat dari tepung terigu, tepung kanji, santan, garam, penyedap, daging ikan tenggiri halus, dan bumbu-bumbu lainnya. Kalau pempek adaan yang bentuknya bulat-bulat, secara rasa lebih mantep, soalnya ada tambahan bawang merah. Ada lagi pempek panggang, atau Pempek Tunu, bukan digoreng tapi dipanggang. Kalau aku sih gak doyan, soalnya kurang enak menurutku. Ada lagi pempek yang isinya telur, namanya Pempek Kapal Selam ... ini standard pempek deh, alias pasti ada di setiap restoran pempek. Yang panjaaaang rasanya mirip kapal selam tapi gak ada isi telurnya, namanya Pempek Lenjer. Ada lagi pempek kecil-kecil yang jarang ada di setiap restoran pempek, kecuali yang komplit. Namanya pempek keriting karena bentuknya yang emang keriting (gak direbonding hahahaha...) dan pempek pastel yang isinya pepaya muda. Semua pempek dimakan pakai kuah cuka, kata orang Palembang cuko ! Terbuat dari gula merah yang dimasak dengan bawang putih, cuka, cabe dan sedikit garam.

Buat penggemar pempek atau yang belum terlalu tau jenis pempek, ini aku share ya sebagian jenis-jenisnya. Selamat ngileeeerrrr hehehehe....

Pempek Kapal Selam



Pempek Panggang atau Tunu










Pempek Adaan yang paling spicy